Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) Yogyakarta menyelenggarakan Kick Off kegiatan Pembangunan One Map for Mental Health Atlas (OMMHA) atau Peta Layanan Kesehatan Mental Kabupaten Kebumen
Pusat Rehabilitasi YAKKUM, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo, menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025. Dengan mengusung semangat "Mewujudkan Guyub Rukun, Kesehatan Jiwa, Kemandirian, dan Keadilan Sosial bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Purworejo"
âÂÂUpaya dan inisiasi yang kami jalankan bersama dengan Bapak Ibu semua ini sangat sesuai dengan visi YAKKUM untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai pelosok untuk transformasi layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap hal-hal yang kami miliki ini menjadi modalitas sederhana yang dapat digunakan Timor-Leste untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi khususnya yang terkait dengan kebutuhan rehabilitasiâÂÂ. (Pdt. Simon Julianto, S.TH, M.SI â Ketua Pengurus YAKKUM) Tidak meratanya layanan kesehatan sudah jadi realita yang terjadi di banyak negara, terutama di negara-negara miskin dan berkembang, salah satunya Timor-Leste Ketimpangan tersebut terjadi pada banyak negara karena kemiskinan, sulitnya akses pada layanan dan tidak tersedianya tenaga kesehatan yang mencukupi. Pada penghujung tahun 2025, kami mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan sayap, memperluas layanan bagi yang membutuhkan di Timor-Leste
Di Desa Loloanaâa Lolomoyo, Gunungsitoli, pisang kepok bukan sekadar komoditas kebun yang biasa dijual mentah ke pasar. Bagi 35 anggota Kelompok Swabantu (SHG) Kasih, buah ini adalah media untuk membuktikan satu hal: bahwa disabilitas psikososial bukanlah penghalang untuk menjadi produktif. Pada 17 November lalu, suasana di desa tampak berbeda. Para anggota kelompok, yang terdiri dari orang dengan disabilitas psikososial (ODDP), penyandang disabilitas fisik, serta para pendamping, berkumpul bukan untuk sesi konseling formal, melainkan untuk mengolah tepung pisang.
Cirebon, 3 September 2025, Pusat Rehabilitasi YAKKUM menjadi salah satu lembaga yang berpartisipasi dalam kegiatan TEMU INKLUSI #6; Komitmen, Sinergi, Aksi, dan Inovasi Berbasis Kebhinekaan untuk Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB Indonesia) dengan dukungan salah satunya oleh Program INKLUSI dan diselenggarakan di Desa Durajaya, Cirebon. Call for essay diadakan sebagai salah satu pre-event temu Inklusi dan menjadi upaya untuk menjaring pendapat terhadap dampak langsung dari adanya kebijakan efisiensi anggaran salah satunya bagi penyandang disabilitas. 6 essay dipilih dari 48 essay untuk mewaklli berbagai suara di seluruh Indonesia.
Mobile Clinic muncul sebagai sebuah inisiatif dan sekaligus solusi atas persoalan tersebut. Layanan yang dimulai sejak September 2024 ini berkolaborasi antara unit pendidikan, unit medis dan Resource Center PRYAKKUM. Tujuannya adalah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi ABK sekaligus menciptakan sebuah model bagaimana memadukan layanan pendidikan dan kesehatan di sekolah PAUD inklusif.
âÂÂÂÂÂÂDengan intervensi sejak dini dan dukungan berkelanjutan, setiap anak dengan kondisi clubfoot memiliki peluang untuk melangkah menuju masa depan yang sehat, percaya diri, dan penuh harapan,â pungkas Debby.
Panti Sehat Pusat Rehabilitasi YAKKUM adalah pusat layanan kesehatan terpadu yang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dengan pendekatan yang ramah dan profesional. Dengan tenaga kesehatan berpengalaman serta fasilitas modern, kami siap melayani masyarakat, tidak terkecuali disabilitas, lansia dan masyarakat miskin dengan berbagai kebutuhan kesehatan.
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dan 2018, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki jumlah permasalahan gangguan jiwa tertinggi secara berturut-turut. Tingginya data tersebut membuktikan tingkat kesadaran masyarakat berada pada kondisi yang baik. Hal tersebut termasuk pada integrasi dan proses pendataan. Disisi lain, situasi ini membuktikan bahwa pendataan yang dilakukan Pemerintah setempat cukup konsisten. Kabupaten Kulon Progo berturut-turut menempati urutan pertama dalam kasus jumlah orang yang mengalami gangguan jiwa.
Di dalam rumahnya yang sederhana, seorang pria sedang fokus menggoreskan kuas dengan cat air di atas kanvas. Ia adalah Mas Haryata, seorang pria paruh baya yang hidup dengan disabilitas psikososial. Sehari-harinya ia beraktivitas membuat keranjang dari anyaman bambu. Lalu dijual di pasar. Ia suka melukis karena katanya dengan melukis atau menggambar, mampu menghilangkan kejenuhan dari melakukan hal yang itu-itu saja.
YAKKUM
Blackdog Institute
HelpAge International
Inklusi Australia - Indonesia Partnership
Bijisesawi YAKKUM
Perkumpulan Kinesio Indonesia
All Saints Anglican Church
Australian Aid
CBM Global Disability Inclusion
UNFPA
Act Alliance
ALTSO
Ford Foundation
Miracle Feet
Light For The World
Program Peduli
Rehabilim Trust
Kinder Not Hilfe
Perhimpunan Jiwa Sehat
The Asia Foundation
PAFID
See You Foundation
RMIT University
Citylife Sehat
Komnas Perempuan